1 · Penjelasan pondasi platform
What/why → how system → how coding → how UI/UX. Metode dua putaran.
02
Hari 1 · Sesi 2
Satu aplikasi per meja. Empat dokumen platform — business requirement, arsitektur, tech stack, design — sebelum PRD modul.
Agenda · Sesi 2
Putaran 1 dari bahan meja · putaran 2 selaras template · satu chat satu dokumen.
Goals
Create dokumen Business Requirement
Create dokumen Architecture
Create dokumen Tech Stack
Create dokumen Design dan HTML preview
What/why → how system → how coding → how UI/UX. Metode dua putaran.
Formulir meja dan modul A/B/C, lalu kenali Cursor untuk lab; bahan ke inbox.
Mempersiapkan what/why aplikasi yang dikembangkan → how system yang dikembangkan.
Stack lalu design platform dan guideline. Kritik meja dan bekal Sesi 3.
15 · Prepare · Sebelum Development PRD
Pahami platform apa dan kenapa, bagaimana sistem dan teknologi dikembangkan, dan bagaimana antarmuka dan tampilannya.
What/why di scope · how sistem & teknologi · how UI — empat tahap itu harus jelas sebelum satu baris PRD modul.
12–32 · Meja, lalu alat
Kunci satu aplikasi per meja, lalu kenali Cursor sebagai tempat lab dokumen platform.
Menentukan aplikasi
Pengenalan Cursor
Referensi meja · lintas departemen
Gulir dokumen · standalone · tiap ide: tujuan, masalah, modul A/B/C (selesai jika…).
Memuat dokumen ide aplikasi…
Prepare platform · dokumen 1
Deskripsikan platform kamu: untuk apa, kenapa, siapa, bagaimana, kenapa.
KENAPA
GOALS
# Business Requirement — {{product_name}} Status: draft | review | approved Terakhir diperbarui: {{date}} Owner bisnis: {{business_owner}} ## 1. Ringkasan produk ## 2. Katalog feature ## 3–4. Skala & horizon 6 bln ## 5. Domain bisnis · ## 6. Saluran & persona ## 7. Ukuran sukses · ## 8. Peta modul ## 9. Dependensi · ## 10. Integrasi eksternal ## 11. Di luar scope · ## 12. Open questions ## 13. Handoff ke delivery ## 14. Changelog
Business requirement · what / why
Jawaban singkat: platform ini untuk apa, siapa pemakainya, dan nilai utama yang dikejar.
Biasanya 2–3 paragraf narasi — bukan daftar fitur, bukan solusi teknis.
Tabel modul/capability: key konsisten, folder PRD, gelombang MVP atau fase berikutnya.
Satu baris = satu unit delivery yang bisa dijadwalkan; bukan FR, API, atau layar.
Baseline operasional (pengguna, transaksi, tenant) dan kondisi hari ini.
Target 6 bulan, asumsi, milestone — greenfield isi 0/N/A, jangan dikosongkan.
Narasi domain bisnis dan aturan yang berlaku lintas banyak modul.
Edge case shared dicatat di sini; bukan alur layar per modul atau skema database.
Saluran UI level produk: admin web, mobile, API publik, atau worker tanpa UI.
Persona ringkas per saluran; detail persona modul di BRD_*.md folder modul.
Outcome bisnis terukur: bukti bahwa investasi platform berhasil.
Bukan salin ulang angka mentah dari bagian skala; modul boleh selaras, payung tetap di sini.
Tabel folder NNNN, nama modul, feature key, status BRD/PRD.
Acuan urutan kerja: modul A/B/C mendarat di folder docs mana sebelum PRD ditulis.
Prasyarat antar feature — contoh: platform/auth sebelum modul domain.
Menjelaskan urutan yang aman; mencegah tim paralel tanpa fondasi yang sama.
Inventaris bisnis: payment, notifikasi, ERP, data pihak ketiga — jenis dan arah data.
Tandai wajib MVP atau tidak plus dampak bisnis; detail adapter teknis di dokumen arsitektur.
Daftar eksplisit yang sengaja tidak dibangun di produk ini.
Modul C, nice-to-have, atau proses manual — agar PRD tidak melebar tanpa keputusan meja.
Prepare platform · dokumen 2
Dengan batas sistem, aktor, trust, dan integrasi terdokumentasi maka stack dan pengembangan modul tidak menebak how system.
KENAPA
GOALS
# Architecture — {{product_name}} Status: draft | review | approved Sebelum: BUSINESS_SCOPE.md ## 1. Konteks sistem diagram · aktor · trust ## 2. Batas sistem & container ### 2.1 Unit ### 2.2 Integrasi ### 2.4 Modul domain ## 3. Stack (ringkas) → TECH_STACK ## 4. Workspace ## 5. Repository ## 6. Branch Management ## 7. Security baseline · ## 8. Observability ## 9. CI/CD · local, stg, prod ## 10. Mekanisme QA ## 11. ADR · ## 12. Open questions
Arsitektur · how system
Diagram konteks plus narasi aktor utama dan trust boundary produk.
Menjawab gambaran besar sebelum detail container; tanpa secret atau versi paket.
Peta batas logical/physical: apa di dalam produk, apa di luar sistem.
Landasan sebelum unit deployable dan integrasi dipecah lebih rinci.
Web, API, worker, database — unit deployable dan perannya singkat.
Bukan daftar framework; pilihan teknologi detail ada di tech stack.
Pola hubungan antar unit dan ke sistem eksternal (HTTP, queue, webhook).
Selaras inventaris integrasi bisnis di business requirement.
Pembagian modul/domain selaras katalog feature requirement.
Boundary data dan use case antar modul — cegah “semua saling panggil”.
Pointer ke dokumen TECH_STACK; tidak menduplikasi versi paket.
Cukup lapisan yang sudah diputus (UI, API, DB) plus alasan singkat.
Di mana tim bekerja: monorepo, multi-repo, folder platform dan modul.
Satu peta path supaya docs, kode, dan agent tidak tercampur.
Daftar repo, ownership, dan hubungan antar repo jika layered.
Struktur organisasi kode — bukan isi implementasi per file.
Definisi branch, alur merge, dan kaitannya ke lingkungan dev/stg/prod.
Definisi “selesai” selaras review manusia sebelum rilis.
Authn/authz, data sensitif, dan baseline keamanan tanpa menulis secret.
Acuan review keamanan sebelum coding modul dan integrasi.
Log, metric, dan jejak insiden — apa yang harus terlihat saat produksi.
Bukan spesifikasi vendor APM kecuali sudah keputusan organisasi.
Alur dari commit ke local, staging, dan produksi; artefak apa ke mana.
Perubahan kode memicu pipeline — bukan hanya “jalan di laptop”.
Unit, integration, smoke, gate rilis — kait ke PRD modul nanti.
QA terencana di arsitektur, bukan ad hoc setelah fitur selesai.
Prepare platform · dokumen 3
Dengan lapisan teknologi, repo, dan cara jalan lokal terdokumentasi maka pengembangan modul dan agent tidak menebak how coding.
KENAPA
ARCHITECTURE — tidak menduplikasi diagram containerGOALS
# Tech Stack — {{product_name}} Sebelum: ARCHITECTURE.md ## 1. Peta stack ## 2. Ringkasan eksekutif UI · API · DB · auth + alasan ## 3. Repositori ## 4–5. Frontend · Backend ## 6. Database & storage ## 7. Pola lintas service ## 8. Infra & port lokal ## 9. CI/CD · ## 10. Kualitas & testing ## 11. Cara memperbarui
Tech stack · how coding
Menentukan seberapa detail dokumentasi stack — satu gugus atau per lapisan — sesuai ukuran repo.
Supaya tim dan agent tahu di mana mencari jawaban tanpa duplikasi atau kekosongan.
Memberi satu jawaban cepat: lapisan apa dipakai untuk UI, API, data, auth, dan deploy.
Supaya pilihan teknologi terbukti dan konsisten — bukan asumsi atau salinan produk lain.
Menjelaskan rumah kode dan peran tiap repo/folder — siapa kerja di mana.
Supaya struktur kerja selaras gambaran sistem, tanpa menebak lokasi proyek.
Menetapkan standar bangun UI — alat, gaya, dan quality gate sebelum merge.
Supaya setiap layar dan agent FE mengikuti pola yang sama, bukan stack baru per fitur.
Menetapkan standar layanan — cara jalan, akses data, job latar, dan uji lokal.
Supaya modul domain implementasinya seragam dan dapat di-review.
Mendefinisikan tempat data hidup — persisten, cache, unggah file — plus aturan evolusi schema.
Supaya perubahan data terkendali dan aman untuk produksi.
Menyelaraskan cara layanan saling bicara — login, routing, tenant, hak akses.
Supaya fitur baru tidak menginventasi jalur sendiri di luar keputusan platform.
Menyamakan lingkungan laptop — layanan apa jalan, port berapa, urutan nyalakan.
Supaya onboarding cepat: semua orang menjalankan stack yang sama.
Mendefinisikan alur otomatis dari commit ke test, staging, dan rilis.
Supaya deploy repeatable — bukan ritual manual yang berbeda tiap orang.
Menetapkan definition of done teknis: cukup aman merge vs cukup aman rilis.
Supaya QA modul nanti plug-in ke gate yang sudah disepakati platform.
Menjaga dokumen stack tetap sumber kebenaran saat dependency atau vendor berubah.
Supaya agent dan tim tidak drift tanpa keputusan meja yang tercatat.
Prepare platform · dokumen 4
Dokumen prototype — guideline, komponen, dan contoh halaman.
KENAPA
BUSINESS_SCOPEGOALS
DESIGN.md, bukan tebak gaya sendiri# Prototype — {{product_name}} Sebelum: TECH_STACK.md · BUSINESS_SCOPE §6 Guideline · DESIGN.md — token & prinsip UI ## 1. Filosofi · ## 2. Color tokens ## 3. Typography · ## 4. Surface / komponen Komponen · menu · header · footer · button · table · form Contoh halaman · HTML preview — 2–3 layar representatif